Translate

Daftar Blog Saya

19 Agustus 2026

Bupati Kapuas Hulu Sampaikan Pesan dan Motivasi Kepada Siswa-Siswi SMA Taruna Bumi Khatulistiwa


Putussibau, Nuusantara News - 

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, S.H., M.H., menyampaikan pesan dan kesan penuh motivasi kepada siswa-siswi SMA Taruna Bumi Khatulistiwa yang tengah melaksanakan kegiatan Daspentar, Rabu (19/08/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan agar para siswa mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi turut mengambil peran sebagai generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.


“Jadilah generasi muda yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu membawa perubahan. Gunakan teknologi dan media sosial untuk hal-hal yang positif serta sebagai sarana untuk mencari informasi dan menambah wawasan,” pesan Fransiskus Diaan.


Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak sebagai peluang untuk belajar, mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta membangun kreativitas. Para siswa juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif yang dapat menghambat masa depan.


Bupati Kapuas Hulu berharap generasi muda saat ini mampu tumbuh menjadi generasi yang hebat, berprestasi, memiliki karakter yang kuat, serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa.


“Semoga generasi muda saat ini bisa menjadi generasi yang hebat, berprestasi, dan bermanfaat bagi orang lain. Tetap semangat belajar, raih prestasi sebanyak-banyaknya dan jangan pernah tergoda dengan hal-hal negatif,” ungkapnya.


Pesan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMA Taruna Bumi Khatulistiwa untuk terus menanamkan semangat belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa pantang menyerah. Kegiatan Daspentar diharapkan tidak hanya membentuk ketangguhan dan kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.


Dengan semangat belajar dan tekad untuk berprestasi, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang unggul, berkarakter, berintegritas, serta mampu membawa perubahan positif bagi Kapuas Hulu dan Indonesia. (Spg)

Yudisium S1 Hukum UNW Ungaran Berjalan Lancar, Ketua Umum Peradi Awalindo Beri Pesan bagi Sarjana Hukum Baru


Ungaran – Prosesi Yudisium Program Studi S1 Hukum Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Kampus Ungaran, Kabupaten Semarang, berlangsung lancar, khidmat, dan penuh rasa syukur. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademiknya untuk menyandang gelar Sarjana Hukum.


Acara yudisium turut dihadiri oleh Ketua Umum Peradi Awalindo, Dr. Aulia Taswin, S.H., M.H. Kehadiran pimpinan organisasi advokat tersebut memberikan warna tersendiri bagi para lulusan yang dalam waktu dekat akan memasuki dunia profesional dan mengabdikan diri di tengah masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Dr. Aulia Taswin menyampaikan pesan kepada para sarjana hukum baru agar tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Menurutnya, gelar Sarjana Hukum merupakan awal dari perjalanan panjang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun integritas sebagai insan yang berkecimpung di bidang hukum.


«“Gelar sarjana hukum hanyalah awal. Jadilah penegak keadilan yang berintegritas, karena masyarakat tidak membutuhkan pembela yang sekadar pintar pasal, tetapi yang memiliki hati nurani dan keberanian membela kebenaran.”»


Ia menekankan bahwa dunia hukum membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan memahami peraturan perundang-undangan, tetapi juga mempunyai karakter, etika, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap persoalan-persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.


Para lulusan juga diharapkan mampu terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, pengalaman praktik, maupun keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut penting agar ilmu hukum yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Jangan pernah berhenti belajar. Hukum terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat. Karena itu, seorang sarjana hukum harus memiliki kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan, menjaga profesionalitas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan,” pesan Dr. Aulia Taswin.


Yudisium tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi para lulusan untuk menentukan langkah selanjutnya, baik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, menekuni profesi hukum, bekerja di lembaga pemerintahan maupun swasta, ataupun mengabdikan diri melalui berbagai bidang yang membutuhkan kompetensi hukum.


Kelancaran pelaksanaan yudisium menjadi pertanda baik bagi lahirnya generasi baru sarjana hukum dari Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan integritas, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran hukum serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih tertib, adil, dan berkeadilan.


Momentum yudisium bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian. Dari ruang akademik, para sarjana hukum kini diharapkan mampu membawa ilmu, nilai, dan integritas untuk hadir di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari upaya menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia.


Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral kami membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

17 Agustus 2026

Ratusan Sopir Dump Truck Cilacap Ikuti Upacara HUT ke-81 RI, Satlantas Tekankan Safety Driving dan Bahaya ODOL


Cilacap - Ratusan sopir dump truck di Kabupaten Cilacap mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang dan dilanjutkan hingga sore hari. Kegiatan diikuti oleh ratusan pengemudi dump truck yang menunjukkan antusiasme dalam memperingati momentum kemerdekaan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas.


Acara tersebut juga mendapat perhatian dari jajaran anggota Satlantas Polresta Cilacap, Turut Hadir juga Kasat Lantas Polresta Cilacap AKP David Raditya Yudhistira, S.I.K., M.I.K.


Selain upacara bendera, kegiatan diisi dengan pemaparan mengenai pentingnya safety driving bagi para pengemudi dump truck. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan mengenai Over Dimension Over Loading (ODOL).


Dalam kesempatan tersebut, Kasat lantas AKP David Raditya Yudhistira mengapresiasi partisipasi ratusan sopir dump truck yang secara sukarela mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.


Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kesadaran dan kedisiplinan para pengemudi dalam menjaga keselamatan di jalan raya.


“Kami mengapresiasi antusiasme para pengemudi dump truck yang turut mengikuti upacara bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan seperti ini sangat positif karena selain mempererat kebersamaan, juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas,” ujar kasatlantas.


Ia juga menghimbau seluruh pengemudi dump truck agar selalu mengutamakan safety driving dalam menjalankan aktivitasnya.


“Utamakan keselamatan. Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, jangan membawa muatan melebihi ketentuan, serta selalu mematuhi aturan lalu lintas. Jangan sampai kelalaian dalam berkendara menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.


Persoalan ODOL juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Para pengemudi diingatkan bahwa kendaraan dengan dimensi maupun muatan yang tidak sesuai ketentuan dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.


Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bersama antara pengemudi angkutan barang, pemilik kendaraan, maupun pihak terkait untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Cilacap.


Antusiasme ratusan sopir dump truck dalam mengikuti upacara HUT ke-81 RI sekaligus edukasi keselamatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap keselamatan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan.


“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tidak hanya menjadi tema peringatan HUT RI Ke 81, tetapi juga menjadi semangat untuk bersama-sama menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kabupaten Cilacap.

Putusan Komisi Informasi Sudah Dikabulkan Untuk Dieksekusi Oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Terkait Program SPAM, MENGAPA PUPR KOTA PONTIANAK BELUM MELAKSANAKANNYA?


Pontianak, Nuusantara News -

Pimpinan Nuusantara News mempertanyakan efektivitas pelaksanaan putusan Komisi Informasi setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pontianak mengabulkan permohonan PT. Mitra Cakrawala Nusantara /Nuusantara News dengan menerbitkan penetapan yang menyatakan putusan Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat dapat dilaksanakan.

Berdasarkan dokumen yang ada, PTUN Pontianak pada 4 Agustus 2026 menerbitkan penetapan terkait permohonan eksekusi MCN atas Putusan Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat Nomor 001/05/KIKALBAR-PS-PTS/2026 tanggal 20 Mei 2026.

Dalam penetapan tersebut, putusan Komisi Informasi dinyatakan dapat dilaksanakan, dengan kewajiban Termohon memenuhi amar putusan sebagaimana ditetapkan Komisi Informasi.

Namun, persoalan justru muncul pada tahap pelaksanaan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak sebagai Termohon Eksekusi hingga saat ini disebut belum melaksanakan kewajiban sebagaimana diperintahkan dalam putusan Komisi Informasi tersebut.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius. Jika sebuah putusan Komisi Informasi telah dinyatakan dapat dilaksanakan oleh PTUN, lalu apa mekanisme selanjutnya apabila badan publik tetap belum menjalankan kewajibannya?

Pimpinan MCN menegaskan, persoalan tersebut bukan dimaksudkan untuk mempersoalkan kewenangan maupun proses yang dilakukan PTUN. Justru penetapan PTUN menjadi dasar penting bahwa putusan Komisi Informasi tersebut memiliki dasar untuk dilaksanakan.

Dalam proses permohonan eksekusi, Pemohon juga telah memenuhi panjar biaya perkara eksekusi sebesar Rp1.000.000, sebagaimana tercantum dalam dokumen administrasi perkara.

Biaya tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang ditempuh Pemohon untuk memperoleh kepastian pelaksanaan putusan.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah kepastian pelaksanaan putusan tersebut di lapangan.

Jangan sampai perjuangan memperoleh informasi publik berhenti pada putusan dan penetapan pengadilan, sementara badan publik yang menjadi pihak Termohon belum memberikan informasi sebagaimana kewajibannya.

Putusan Komisi Informasi bukan sekadar selembar dokumen.

Putusan tersebut harus memiliki arti dan dapat dilaksanakan.

Kami meminta PUPR Kota Pontianak memberikan penjelasan secara terbuka mengenai alasan belum dilaksanakannya kewajiban berdasarkan putusan Komisi Informasi tersebut.

Apabila memang terdapat alasan hukum yang menyebabkan putusan belum dilaksanakan, publik berhak mengetahui dasar dan penjelasannya.

Sebaliknya, apabila tidak terdapat lagi hambatan hukum, maka sudah semestinya badan publik menghormati putusan dan melaksanakan kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertanyaannya sederhana:

Setelah PTUN menyatakan putusan Komisi Informasi dapat dilaksanakan, kapan PUPR Kota Pontianak benar-benar melaksanakan putusan tersebut?


Kami akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari komitmen terhadap keterbukaan informasi publik dan kepastian hukum.

Kami akan mengawal Keterbukaan dan Menguji Kepatuhan Badan Publik.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PUPR Kota Pontianak maupun pihak terkait.

Danramil 1206-13/Bunut Hulu Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Lapangan Mentebah


Bunut Hulu, Kapuas Hulu, Nuusantara News -

Suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan mewarnai Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Mentebah, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin sore (17/8/2026).


Dalam upacara tersebut, Danramil 1206-13/Bunut Hulu Kapten Inf Syafridoni dipercaya memimpin jalannya upacara penurunan Bendera Merah Putih. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar dan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.


Upacara penurunan bendera menjadi momen penting untuk kembali meneguhkan semangat nasionalisme, persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penghormatan terhadap Sang Merah Putih juga menjadi simbol bahwa semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa harus terus diwariskan kepada generasi penerus.


Dengan sikap tegap dan penuh disiplin, peserta upacara mengikuti setiap tahapan prosesi penurunan bendera. Ketika Sang Merah Putih perlahan diturunkan, suasana lapangan seketika dipenuhi rasa haru dan bangga, mencerminkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.


Kapten Inf Syafridoni dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat persatuan serta meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.


“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan pengabdian, menjaga persatuan dan terus berkontribusi positif bagi masyarakat serta kemajuan bangsa,” ungkapnya. (Spg)


(Pendim1206/Psb)

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Turun Langsung bersama Polsek dan mustika setempat Tertibkan PETI di Silat Hilir


Kapuas Hulu, Nuusantara News - Penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, dilakukan langsung jajaran Polres Kapuas Hulu. 


Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu bersama Polsek dan mustika setempat  turun ke lokasi untuk memastikan aktivitas PETI dihentikan.


Dalam penertiban tersebut, sejumlah sarana yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI ditertibkan.


Salah satu lokasi juga dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar sebagai bentuk tindakan tegas terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin.


Di lokasi, aparat turut memasang baliho berisi peringatan “STOP PERTAMBANGAN TANPA IZIN”, yang mengingatkan masyarakat mengenai ancaman kerusakan lingkungan serta konsekuensi hukum bagi pelaku PETI.


Langkah turun langsung Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu ini menjadi sinyal bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah hukum Polres Kapuas Hulu tidak boleh dibiarkan terus berlangsung.


Penertiban tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tindakan sesaat, tetapi dilanjutkan dengan pengawasan dan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang kembali menjalankan aktivitas PETI.


Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas PETI yang masih beroperasi.

13 Agustus 2026

Kebakaran Hebat Terjadi di Jalan Dr. Wahidin, Sejumlah Ruko Terdampak


Pontianak, Nuusantara News – Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Dr. Wahidin, Pontianak, Kamis malam (13/8/2026). Api diduga sementara berasal dari korsleting listrik di sebuah bengkel mobil Nando.


Api kemudian dengan cepat menjalar ke sejumlah bangunan atau ruko yang berada di sebelahnya. Salah satu bangunan usaha yang ikut terdampak adalah Toko Bangunan Usaha Jaya.


Berdasarkan informasi sementara di lokasi, kobaran api terlihat membesar dan merambat dari bangunan yang diduga menjadi titik awal kebakaran menuju bangunan di sekitarnya.


Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api semakin meluas ke bangunan lainnya.


Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan korsleting listrik pada bengkel mobil Nando masih merupakan informasi awal dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.


Belum diketahui secara pasti jumlah kerugian maupun ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tersebut.


Nuusantara News akan terus memantau perkembangan kejadian dan informasi resmi dari pihak pemadam kebakaran maupun kepolisian.

Irdam XII/Tanjungpura Tutup TMMD Regtas Ke-129 Kodim 1206/Putussibau, Wujud Nyata Pengabdian TNI untuk Rakyat


Kapuas Hulu, Nuusantara News

Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Regtas Ke-129 Kodim 1206/Putussibau resmi berakhir. Penutupan kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa pekan tersebut menjadi momentum penting atas selesainya berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah sasaran TMMD, Bertempat di Lapangan Bola Dπ–Ύπ—Œπ–Ί Apan, Kecamatan Embaloh Hulu, Kamis (13/08/2026).


Hadir dalam kegiatan tersebut Irdam Xll/Tpr, Brigjen TNI Agus Firman Yusmono, S.I.P.,M.Si., Kasrem 121/Abw, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki. S.I.P., Wakil Bupati KH Sukardi S.M., Dandim 1206/Psb Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, S.Pem,.M.I.P,.M.Han., Kapolres KH AKBP Wisnu perdana putra S.H, S.I.K, MM., Ketua PN KH di wakili Hakim Julian Romansyah Pratama S.H., Kejari KH di wakili Kasibb Wandilang S.H., Kasdim 1206/Psb Mayor Inf Eriyadi, Danyonif TP 927/UK Letkol Inf Jamrizal, Danyonif 644/Wls Letkol Inf Bayu Tri Wibowo, Dansubdenpom Xll/1-6 Psb Kapten Cpm Suryadi, Ketua Persit KCK Cab L Dim 1206/Psb Ny. Fanny Andreas, Para OPD Kapuas hulu, Forkopimcam Embaloh Hulu dan Embaloh Hilir serta tamu undangan yang hadir.


Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Irdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Agus Firman Yusmono, S.I.P., M.Si. sebagai Inspektur Upacara, yang menandai berakhirnya rangkaian pengabdian Satgas TMMD bersama masyarakat di Desa Ulak Pauk, Kecamatan Embaloh Hulu, serta Desa Belatung, Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.


Dalam amanatnya, Irdam XII/Tanjungpura menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit Satgas TMMD Regtas Ke-129 Kodim 1206/Putussibau, Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, instansi terkait, serta masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.


Menurutnya, keberhasilan TMMD bukan hanya dilihat dari seberapa banyak sasaran pembangunan yang berhasil diselesaikan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat gotong royong, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.


“TMMD merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. Apa yang telah dibangun hendaknya dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pesan Irdam XII/Tanjungpura.


Program TMMD Regtas Ke-129 tidak hanya menghadirkan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Berbagai sasaran fisik maupun nonfisik dikerjakan secara gotong royong dengan mengedepankan semangat kebersamaan.


Sejumlah sasaran fisik yang dikerjakan Satgas antara lain Pembangunan Jalan dan perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), MCK, Sumur bor, Jembatan, serta berbagai fasilitas umum dan tempat ibadah. Selain itu, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan melalui berbagai penyuluhan dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Pelaksanaan TMMD Regtas Ke-129 Kodim 1206/Putussibau meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Kehadiran prajurit selama berada di tengah-tengah warga tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan kedekatan emosional dan memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.


(Pendim1206/Psb)

Sosialisasi dan Pembentukan KOPMAS Kelurahan Tanjung Hilir, Dorong Sanitasi Sehat dan Pencegahan Stunting


Pontianak, Nuusantara News - Sosialisasi sekaligus pembentukan Kelompok Masyarakat (KOPMAS) dalam Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) SPAL-D-S digelar di Kelurahan Tanjung Hilir. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Kegiatan dibuka langsung oleh Lurah Tanjung Hilir, Nur Santriana Rahayu, S.STP. Dalam sambutannya, ia berharap pelaksanaan program Sanimas SPAL-D-S dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga berharap keberhasilan program tersebut dapat menjadi citra positif bagi Kelurahan Tanjung Hilir, khususnya dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan sanitasi.

Program ini turut mendapat dukungan dari H. Syarief Abdullah Alqadri, S.H., M.H., anggota DPR RI, yang melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) turut memperjuangkan agar program tersebut dapat hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kelurahan Tanjung Hilir.

Dukungan juga disampaikan Agus Sugianto, S.H., M.H., yang merupakan wakil anggota DPRD sekaligus memiliki daerah pemilihan di wilayah Kelurahan Tanjung Hilir. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Sanimas SPAL-D-S tersebut.

Sementara itu, Hardani, yang ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Masyarakat (KOPMAS) pelaksana program, berharap keberadaan program Sanimas SPAL-D-S dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana sanitasi, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan pola hidup bersih dan sehat masyarakat serta menjadi salah satu upaya dalam mencegah stunting di Kelurahan Tanjung Hilir.

“Semoga dengan adanya program ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Tanjung Hilir, khususnya dalam meningkatkan sanitasi dan kesehatan lingkungan serta membantu mencegah stunting,” harap Hardani.

Dengan terbentuknya KOPMAS, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam pelaksanaan, pengawasan, hingga keberlanjutan program sehingga manfaat Sanimas SPAL-D-S dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.

12 Agustus 2026

Keluhan Bak Sampah Di Pasar Teratai Direspons, Satarudin Turun Langsung Temui Warga


Pontianak, Nuusantara News - Keluhan warga RW 025, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, terkait keberadaan bak penampungan sampah di kawasan Pasar Teratai yang menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan masyarakat, mulai mendapat respons.


Menindaklanjuti keluhan tersebut, Satarudin, S.H., M.H., turun langsung ke tengah masyarakat untuk merespon terkait bak penampungan sampah dan saluran drainase yang sebelumnya dikeluhkan warga.


Kehadiran Satarurudin mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai, langkah turun langsung ke lapangan merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang selama ini mereka rasakan.


Selain persoalan bau akibat bak sampah, warga juga menyampaikan kondisi saluran drainase yang tersumbat dan dinilai mengganggu aliran air, khususnya ketika hujan turun.


Satarudin disebut tidak hanya menerima keluhan masyarakat, tetapi juga langsung melihat kondisi di lapangan dan memberikan langkah penyelesaian secara nyata.


“Kami mengucapkan terima kasih karena sudah datang langsung ke tengah masyarakat dan mau mendengarkan keluhan kami. Persoalan bak sampah yang berbau dan saluran yang tersumbat langsung dilihat dan ditindaklanjuti,” ujar salah seorang warga.


Warga berharap langkah tersebut dapat menjadi awal penyelesaian persoalan bak penampungan sampah di kawasan Pasar Teratai, sehingga tidak lagi menimbulkan bau dan mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.


Sementara itu, warga juga berharap Pemerintah Kota Pontianak dan instansi terkait tetap melakukan evaluasi terhadap pengelolaan sampah serta keberadaan fasilitas penampungan sampah di kawasan tersebut.


Bagi masyarakat, kehadiran langsung di lapangan dinilai menjadi bentuk nyata dalam merespons aspirasi warga, bukan sekadar menerima laporan tanpa tindak lanjut.


Warga pun menyampaikan apresiasi kepada Satarudin, yang dinilai telah hadir dan mau mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat Perumnas 1, khususnya warga di sekitar Pasar Teratai.